Buletin
Keberlanjutan
Q1 2026
Green Guardian:
Menandai Pencapaian Keberlanjutan Nyanyi Bali 2026

Kami secara resmi meluncurkan Green Guardian 2026, tim lintas entitas kami dengan satu misi jelas: menjadikan gaya hidup ramah lingkungan sebagai kebiasaan utama. Kami merefleksikan keberhasilan maupun tantangan sepanjang tahun 2025, serta saling membagikan umpan balik yang paling jujur. Salah satu momen berkesan terjadi ketika seorang anggota tim menyampaikan bahwa cangkir sekali pakai tiba-tiba terasa sangat berat setelah melihat data limbah plastik. Perubahan kesadaran itulah yang menjadi alasan mengapa gerakan ini begitu penting.


Kini, 17 perwakilan berkomitmen untuk mengubah nilai-nilai keberlanjutan menjadi kebiasaan sehari-hari. Tujuan kami sederhana: memindahkan konsep keberlanjutan dari slide presentasi menuju tindakan nyata yang hidup.
Q1 2026
Tahun Kemenangan Besar!
Tahun 2025 merupakan momen penuh dengan capaian hijau yang luar biasa!

Kami telah mengelola 125,3 ton sampah dan berhasil Mendaur ulang 101,8 ton, mencapai Tingkat Pengalihan Sampah (Waste Diversion Rate) sebesar 81,21%. Capaian ini setara dengan mencegah sekitar 20 ekor gajah masuk ke TPA. Sebuah bukti bahwa aksi kecil yang konsisten dapat menciptakan dampak nyata yang terukur.
Keajaiban tidak berhenti di situ. Kami memproduksi 2.500 liter Bio Wash secara mandiri di lokasi untuk menjaga operasional Cafe Lab dan dapur tetap berjalan lancar. Ditenagai oleh enzim alami yang menguraikan lemak setiap saat, solusi ini berhasil menggantikan bahan kimia keras dan menghemat biaya hingga IDR 150 juta. Berkelanjutan, cerdas, dan membanggakan berbasis komunitas.


Tahukah Anda?
Ditenagai oleh enzim alami, Bio Wash menguraikan lemak langsung dari sumbernya.
Solusi sederhana dengan dampak kuat yang bekerja tanpa henti.
Q1 2026


Pelajaran dari “Happy Eggs” tentang Masa Depan Pertanian
Januari lalu, tim kami mengunjungi Rumah Hijau Bali, sebuah pengalaman yang membuka pandangan kami mengenai keberlanjutan holistik—bukan sekadar aksi terpisah seperti aksi bersih pantai atau penanaman pohon, melainkan sebuah sistem terhubung dengan dampak berkesinambungan. Kami menyaksikan bagaimana kesejahteraan hewan mempengaruhi kualitas hasil, terlihat dari telur-telur kaya nutrisi dari ayam yang sehat, membuktikan bahwa kepedulian terhadap hewan dan lingkungan bermuara pada kelimpahan. Kunjungan ini juga mengingatkan kita pada Tumpek Kandang, tradisi Bali yang menghormati hubungan harmonis antara manusia dan hewan, menegaskan bahwa kesejahteraan lahir dari pengayoman terhadap seluruh makhluk hidup, dari tanah hingga meja makan.
Mengapa Tanggung Jawab Sampah Menjadi Komitmen Baru Tim Kami
Ketika jalanan di Bali tergenang air setelah hujan deras, kita sering menyalahkan saluran drainase, infrastruktur, atau tumpukan sampah. Namun, sampah tidak berada di sana dengan sendirinya. Sejak berfokus pada kepedulian pengelolaan sampah, kami menyadari bahwa kendala utamanya bukanlah kebijakan, melainkan rasa kepemilikan pribadi. Alih-alih menunggu terjadinya masalah, tim kami memilih untuk memahami ke mana sampah kami sebenarnya mengalir. Kami menemukan bahwa pemilahan yang benar dapat mengurangi residu secara signifikan. Pertanyaan sebenarnya bukanlah mengapa jalanan banjir, melainkan apa yang ada di dalam tempat sampah kita sendiri. Perubahan dimulai dari diri kita.

Q1 2026
Capaian Besar Bulan Februari
Bulan Februari menunjukkan kemajuan pesat dalam upaya keberlanjutan kami. Pelanggaran pemilahan sampah menurun 14,6%, dari 82 kasus di bulan Januari menjadi 70 kasus, membuktikan bahwa pemilahan yang lebih bijak memberikan perbedaan nyata. Apresiasi besar untuk tim LTP atas peningkatan tertinggi, berhasil memangkas kasus dari 20 menjadi 10.


Kami juga berhasil mencegah 8,5 dari total 10 ton sampah berakhir di TPA, mencapai tingkat pengalihan sampah sebesar 81%. Divisi Garden dan Kandang memimpin dengan tingkat daur ulang 100%, sementara BCPS (72%), KORO (64%), dan EVENT (57%) menjadi kontributor kunci.
Di Luar Piring: Membentuk Masa Depan Kuliner yang Lebih Sadar Lingkungan
Persiapan Masa Depan: Para Koki Membawa Peralatan Sendiri

Selama bertahun-tahun, acara kuliner sering kali menyisakan tumpukan sampah plastik. Pada acara Malam Keakraban D3 Seni Kuliner tanggal 21 Februari lalu, hal tersebut berubah.
Sebanyak sembilan puluh mahasiswa memilih langkah berbeda dengan membawa tempat makan dan peralatan sendiri, menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari proses. Hasilnya adalah nol sampah makanan, di mana setiap sisa makanan dikemas rapi dan dibawa kembali ke asrama.
Perubahan sederhana ini menetapkan standar baru. Membawa peralatan sendiri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan wujud kesadaran dan rasa tanggung jawab.
Q1 2026
Rahasia “HOT” Pertanian Bebas Kimia di Desa Petak, Ubud, Gianyar
Mungkinkah racikan kunyit, jahe, cabai, dan kayu manis menjadi kunci bagi sistem yang lebih berkelanjutan? Pada 6 Februari, tim kami mengunjungi Desa Petak untuk menemui Ibu Mia dan suami, pencipta Bio-Petak, pengurai biologis alami yang meredefinisikan cara kita mengelola limbah.
Ditenagai oleh bakteri baik, larutan ini menguraikan lemak, minyak, dan pembuangan di dapur, mengubahnya menjadi air yang aman serta CO2. Sepanjang tahun 2025 saja, penggunaannya sebagai pembersih alami mandiri menghemat biaya perawatan sekitar IDR 150 juta, menggantikan kebutuhan akan bahan kimia keras dan pembersihan berulang.



Dampaknya melampaui area dapur. Racikan yang sama mampu mengubah kotoran sapi menjadi kompos berkualitas tinggi, mendukung siklus regeneratif dalam pertanian. Di Desa Petak, metode ini telah diterapkan pada tiga hektar sawah yang kini terverifikasi 100% bebas bahan kimia.
Kunjungan ini membuktikan bagaimana solusi sederhana dan alami mampu menciptakan dampak berarti pada seluruh sistem, dari operasional harian hingga ke tanah pertanian, menegaskan kekuatan perpaduan pengetahuan lokal dan inovasi praktis.
Q1 2026
Menutup Celah: Mengubah Plastik Layer Ganda Menjadi Peluang

Bulan ini, kami mengambil langkah terfokus untuk menangani salah satu tantangan sampah terbesar kami: Plastik Layer Ganda (Multi-Layer Plastic / MLP). Anda mungkin memperhatikan kategori baru pada tempat sampah pemilahan kami, yang dirancang untuk mengelola material yang sulit didaur ulang ini secara lebih baik.
Pada tahun 2025, MLP menyumbang 2,3 ton sampah dari acara-acara kami saja yang langsung berakhir di TPA. Dengan adanya jalur pemilahan khusus ini, kami kini dapat mengumpulkan dan mendaur ulangnya dengan benar, membantu mengurangi total residu sampah kami secara keseluruhan.
Ini merupakan pergeseran sederhana namun penting menuju sistem yang lebih bertanggung jawab. Melalui upaya berkesinambungan, kita dapat mengubah tantangan ini menjadi kemajuan nyata dan menjadikan sampah yang berakhir di TPA sebagai kenangan masa lalu.
Memimpin Perubahan: Apresiasi untuk Eco Champions Kami
Kami bangga mengapresiasi para Eco Champions yang berada di garis depan dalam mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan komunitas kami. Melalui dedikasi dan kerja keras mereka, sebanyak 730 orang di BITDeC telah mendapatkan pelatihan pemilahan dan pengelolaan sampah yang tepat.

I Kade Pandu Pradnyaditya
(Service – KORO)

Diki Setiawan
(Sustainability – LTP)

Chef Kartini
(Pastry Chef Coordinator – PIB)

Nira
(Hygiene Officer – BCPS)

Yumita
(Prodi MPH – PIB)
Pencapaian ini mencerminkan kekuatan dari berbagi pengetahuan dan tindakan yang konsisten. Apresiasi khusus ditujukan kepada seluruh pihak yang komitmennya telah memberikan dampak berarti di lapangan. Terima kasih telah memimpin dengan teladan dan membantu membangun budaya penuh tanggung jawab. Beginilah cara perubahan tumbuh, dari individu ke individu.
Q1 2026
Capaian Besar Bulan Maret
Penurunan Pelanggaran
Q1
ton
JAN
ton
MAR
Tingkat Pengalihan Sampah
Maret 2026
281.37 kg
terdaur ulang
649.24 kg
terdaur ulang
321.00 kg
terdaur ulang
Penggunaan Bio-Wash
2026
(total penggunaan 602 liter)
Dari Limbah Menjadi Bahan Bakar:
Kembalinya Gerakan UCollect Kami



Mulai 9 April, Kotak UCollect kami kembali hadir dengan kapasitas lebih besar yaitu 1.000 ml untuk membuat pengumpulan minyak jelantah menjadi lebih mudah dan efektif. Inisiatif ini merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak signifikan.
Minyak goreng bekas tidak boleh dibuang begitu saja ke saluran air. Hanya satu liter minyak jelantah dapat mencemari seluruh kolam renang ukuran standar olimpiade, mengubah air bersih menjadi limbah beracun. Dengan mengumpulkannya secara benar, kita tidak hanya melindungi sistem perpipaan dan mencegah kerusakan lingkungan, tetapi juga memberikan kesempatan kedua bagi limbah ini. Melalui UCollect, apa yang dulunya dibuang kini menjadi sumber daya berharga yang diubah menjadi biodiesel ramah lingkungan.
Q1 2026
Sistem yang Lebih Cerdas:
SOP Pengumpulan Sampah Domestik 2026
Sebelumnya, pengumpulan sampah di berbagai area kurang memiliki konsistensi, dengan jadwal pengambilan dan proses yang berbeda-beda sehingga membingungkan meskipun tempat sampah yang tepat sudah tersedia.
Dengan hadirnya SOP Pengumpulan Sampah Domestik 2026, kami kini menyelaraskan sistem melalui proses yang lebih jelas, pengurangan tempat sampah yang tidak perlu, serta alur yang lebih terstruktur.
Dampaknya langsung terasa. Tim housekeeping kami berhasil mengurangi kesalahan pemilahan hingga 50%, membuktikan bahwa ketika semua orang mengikuti sistem yang sama, hasil akan meningkat secara signifikan.
Perubahan ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah yang efektif bukan sekadar tentang infrastruktur, melainkan tentang orang-orang yang bekerja selaras dengan kejelasan dan tujuan yang sama.
Di Luar Piring:
Eco Champions Bulan Ini

Chef Billy
PIB

Chef Danu
PIB
Keberlanjutan di dapur tidak hanya ditentukan oleh aturan, melainkan oleh orang-orang yang menghidupkannya. Bulan Maret ini, kami memberikan apresiasi kepada Chef Billy dan Chef Danu, dua sosok pemimpin yang membuktikan bahwa dampak nyata dimulai dari pilihan sehari-hari.
Di PIB, Chef Billy telah memimpin perubahan sederhana namun berdampak besar dengan menjadikan penggunaan tumbler pribadi sebagai norma, mengurangi ketergantungan pada cangkir plastik sekali pakai. Di Café Lab, Chef Danu mendorong perubahan dengan cara berbeda, mengajak tim membawa alat makan sendiri untuk makanan bawa pulang (takeaway), mengubah kebiasaan kecil menjadi standar bersama.
Aksi mereka menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak harus rumit. Dengan memilih kepedulian di atas kemudahan, mereka membentuk budaya di mana rasa tanggung jawab menjadi bagian dari seni memasak itu sendiri.
Inilah wujud kepemimpinan sejati, tidak hanya dalam apa yang disajikan, tetapi juga dalam apa yang dijaga untuk jangka panjang.






