Satu Dekade Pendidikan Kuliner, Peluang, dan Tata Kelola (Stewardship)

Bali Culinary Pastry School (BCPS) mendekati hari jadinya yang ke-10 pada Februari 2026, menandai momen refleksi yang penting. Apa yang dimulai pada tahun 2016 dengan hanya enam siswa kini telah tumbuh menjadi salah satu sekolah profesional paling dihormati di Bali dalam bidang seni kuliner dan pastry bakery, yang dibentuk oleh orang-orang, nilai-nilai, dan tujuannya. Saat ini, BCPS diakui karena perannya dalam membina talenta muda, membangun jalur global, dan menciptakan peluang yang bermakna bagi pemuda-pemudi Indonesia.

Berlokasi di dalam Bali International Training and Development Centre (BITDeC) sebagai bagian dari pilar pendidikan Nyanyi Bali, BCPS memainkan peran vital dalam ekosistem hidup yang dibentuk oleh tata kelola, kesinambungan budaya, dan pengembangan jangka panjang bagi generasi mendatang. Sekolah ini didirikan atas keyakinan Made Ariani Siswanto bahwa pendidikan menjaga warisan dan mengubah kehidupan, sebuah visi yang terinspirasi oleh mendiang ayahnya, pendiri BITDeC.

Prinsip panduan ini terus membentuk perjalanan sekolah: memperluas akses pendidikan kuliner bagi warga Bali dan masyarakat Indonesia di seluruh nusantara, sembari menyambut siswa dari seluruh dunia, mengadopsi bahasa Inggris sebagai bahasa pelatihan harian untuk mempersiapkan siswa menghadapi karier global, serta membangun kemitraan internasional yang menawarkan paparan industri nyata di seluruh Indonesia, Prancis, Italia, Hong Kong, dan sekitarnya.

Satu Dekade Transformasi dan Dampak

Selama sepuluh tahun, pertumbuhan BCPS mencerminkan misinya untuk membuka jalan dan mengangkat derajat pemuda Indonesia melalui pendidikan profesional. Pencapaian utamanya meliputi:

  • 1.000 Lulusan dari Seluruh Indonesia dan Mancanegara

Sejak 2016, BCPS telah melahirkan lebih dari 1.000 lulusan dari program purna waktu (full-time) maupun non-purna waktu. Sekolah ini menyambut siswa dari 66 kota di seluruh Indonesia dan 10 kewarganegaraan berbeda, mencerminkan jangkauan nasional yang kuat dan daya tarik global yang terus berkembang.

  • Komitmen terhadap Pendidikan yang Inklusif

Mulai tahun lalu, BCPS mulai menawarkan beasiswa penuh bagi siswa dengan akses terbatas ke pendidikan formal, melanjutkan warisan keluarga dalam inklusi pendidikan. Sekolah ini juga bermitra dengan organisasi lokal untuk mendukung anak-anak Bali dari daerah pedesaan, membantu mereka memulai perjalanan kuliner dan membangun masa depan yang lebih cerah.

  • Memperluas Jejak Global Melalui Magang Internasional

Sejak 2023, BCPS telah menempatkan lebih dari 60 siswa dalam program magang internasional selama enam bulan di Prancis, Italia, dan Hong Kong. Mereka berlatih di tempat-tempat ternama, termasuk properti Relais & Châteaux dan restoran berbintang Michelin seperti La Maison Paul Bocuse, Don Alfonso, Guy Lassauaie, dan Mosu. Peluang ini memberikan paparan global yang berharga bagi siswa dan kesempatan untuk belajar dari koki kelas dunia.

 

Pada tahun 2025, sebuah pencapaian besar diraih ketika salah satu siswi BCPS mendapatkan tawaran posisi purna waktu di Restoran Paul Bocuse setelah masa magangnya, menjadikannya wanita Indonesia pertama yang bergabung di dapur bersejarah Prancis tersebut.

  • Memperkuat Kemitraan Akademik Internasional

BCPS terus memperluas kolaborasi globalnya melalui kemitraan dengan CFAiE dan Lycée Hôtelier Le Touquet di Prancis. Inisiatif ini mencakup program kuliner imersif selama lima hari yang memungkinkan siswa merasakan langsung pendidikan kuliner internasional dan memperluas perspektif global mereka.

  • Meningkatkan Pendidikan Kuliner dengan Kerangka Pedagogi Inovatif

BCPS telah memperkenalkan pendekatan pedagogi modern yang menekankan pada savoir-faire (penguasaan teknis) dan savoir-être (sikap profesional). Dibimbing oleh M.O.F. Christophe Quantin, metode ini memperkuat pembelajaran melalui pengulangan terstruktur, gestur yang presisi, serta integrasi keterampilan, pengetahuan, dan sikap. Hal ini memberikan pengalaman pelatihan yang mencerminkan lingkungan industri nyata dan mempersiapkan siswa untuk standar profesional global.

Transformasi ini diwujudkan oleh Priska Cinthia Sondakh, yang kini menjabat sebagai Deputy School Director, yang bergabung dengan BCPS pada tahun 2015. “Pendidikan adalah tentang mengubah hidup. Di BCPS, saya melihat siswa datang dengan keraguan tentang apa artinya menjadi koki profesional, dan 12 atau 18 bulan kemudian lulus dengan kepercayaan diri, gairah, dan tujuan hidup. Perjalanan mereka mengingatkan kita mengapa kita mengejar kesempurnaan, karena membentuk kehidupan manusia adalah pekerjaan yang paling bermakna yang kita lakukan. Itulah jantung dari BCPS.”

Tempat Siswa Menjadi Penjaga (Stewards) Masa Depan

Dampak BCPS paling jelas tercermin pada siswa dan alumninya, individu yang kembali tidak hanya dengan penguasaan teknis, tetapi dengan rasa tanggung jawab yang dalam untuk memajukan komunitas mereka.

Di antara mereka adalah Natasha Rachel, Industry Access Program Batch V, yang memulai perjalanannya sebagai siswa dan kini menjabat sebagai Assistant Chef Instructor sebelum bergabung dengan tim pembuka Kōro Bali. “Perjalanan saya dimulai di BCPS, di mana saya tumbuh tidak hanya sebagai koki tetapi juga sebagai pribadi. BCPS membuka pintu bagi saya, dari Bali hingga Prancis. Setelah belajar dari beberapa dapur terbaik, saya bersyukur bisa kembali dan mendukung siswa yang sedang memulai perjalanan yang sama seperti yang pernah saya lalui,” ujar Rachel.

Contoh lainnya adalah Wayan Sudiarta, Professional Chef Culinary Batch XI, seorang siswa penerima beasiswa yang perjalanannya dari pelosok Bali ke dapur profesional mencerminkan keyakinan BCPS bahwa ketika anak muda dibina di lingkungan yang tepat dan diberi kesempatan nyata, mereka akan menemukan kepercayaan diri, tujuan, dan tempat mereka di dunia kuliner.

Bersama-sama, kisah-kisah ini mewujudkan keyakinan BCPS bahwa talenta ada di mana-mana dan peluang adalah jembatan yang mengubah kehidupan.

Babak Selanjutnya: 2026 dan Seterusnya

Memasuki tahun ke-10 pada 2026, sekolah sedang bersiap untuk meluncurkan program Bali Chocolatier Pâtissier Professional School, memperluas jalurnya ke bidang keahlian cokelat dan pastry yang berfokus pada asal-usul bahan (origin-focused). Dirancang di titik temu antara keberlanjutan, seni, dan inovasi, program ini melatih koki untuk memahami cokelat bukan sekadar sebagai bahan makanan, tetapi sebagai kisah tentang alam, manusia, dan tujuannya.

Pendiri Ariani Siswanto merefleksikan, “Sepuluh tahun kemudian, misinya tetap sama: membina profesional kelas dunia dengan tujuan dan gairah. Pekerjaan ini terus berlanjut, begitu pula tanggung jawab untuk mengajar, memberdayakan, dan menciptakan peluang yang bertahan melampaui satu generasi tunggal.”